Cafe Bisnis Online

Kamis, 06 Januari 2011

Keajaiban Air Zam-Zam

Setiap jamaah haji pasti mengenal air zam-zam. Air ini telah identik dengan Masjidil Haram atau bahkan Tanah Suci, karena air zam-zam disediakan secara melimpah bukan hanya di Masjidil Haram di Makkah, tetapi juga di Masjid Nabawi di Madinah dan berbagai tempat lain.

Air zam-zam seakan telah menjadi oleh-oleh yang wajib dibawa oleh jamaah haji ketika pulang ke Tanah Air. Setelah selesai tawaf memang disunnahkan untuk meminum air zam-zam. Dulu letaknya di belakang Makam Ibrahim. Para jamaah harus masuk ke dalam sumur untuk mendapatkan air itu. Kini sumur itu telah ditutup untuk memperluas area tawaf. Sebagai gantinya, telah disediakan puluhan kran yang dengan itu mudah bagi setiap jamaah mendapatkan air istimewa itu.

Ada doa khusus dituntunkan ketika meminum air zam-zam. Air ini dipercaya bisa menyembuhkan banyak penyakit. Karenanya, dalam doa meminum air zam-zam disebutkan permohonan kepada Allah akan kesembuhan atas setiap penyakit dan kesempitan.

Air zam-zam memang sungguh istimewa, bahkan boleh disebut air ajaib. Keajaibannya bukan isapan jempol belaka. Dari proses pembentukan atau genesanya saja hingga sekarang masih terus mengundang tanya. Seluruh teori hidrologi yang ada tidak mampu menjelaskan muasal air ini. Normalnya, air tanah itu berkumpul di lapisan yang disebut aquifer. Aquifer ini biasanya ada pada lapisan batuan yang disebut batuan endapan atau batuan sedimen, bukan di batuan beku (hasil pembekuan magma) atau batuan metamorf (alihan). Untuk diketahui, Kota Makkah, khususnya Masjidil Haram, berdiri di atas batuan beku, bukan batuan sedimen. Artinya, tidak mungkin di sana bakal dijumpai aquifer biasa yang memungkinkan didapat kandungan air tanah. Jadi, dari sini saja munculnya air zam-zam di tengah batuan beku sudah merupakan sebuah keanehan.

Jika dikatakan bahwa air zam-zam itu ada dalam aquifer yang berbentuk lenses (lensa) yang memang biasa dijumpai pada batuan beku, pertanyaannya, mengapa jumlahnya demikian besar? Biasanya aquifer yang bersifat lenses dalam wilayah yang dibentuk oleh batuan beku, dimensi dan volumenya kecil saja. Kalau dikatakan bahwa lensanya sangat besar sehingga volume airnya juga sangat besar, pertanyaannya lagi, mengapa air zam-zam tidak dijumpai di tempat lain; hanya di titik itu saja; di dekat Ka’bah. Jika benar aquifer lensanya sangat besar, mestinya di area di sekitar masjid, jika dibor, akan dijumpai juga air zam-zam. Ternyata tidak.

Kemudian soal sumber air. Biasanya air tanah merupakan hasil rembasan dari air permukaan. Untuk memungkinkan adanya air tanah diperlukan apa yang disebut catchment area (daerah tangkapan). Biasanya posisinya agak tinggi (perbukitan) yang membuat air permukaan kemudian masuk dan mengisi lapisan-lapisan batuan yang bisa menyimpan air. Dari teori ini saja, jelas bahwa air zam-zam pastilah bukan air tanah biasa karena tidak mungkin ia berasal dari rembasan air permukaan mengingat ia berada di daerah yang sepanjang waktu hampir tidak pernah ada hujan. Kalau begitu, ini air berasal dari mana?

Ada teori bahwa air zam-zam mungkin berasal dari air tanah purba atau air laut purba yang terjebak. Ini mungkin saja. Namun, sejauh pengamatan, tidak ditemukan sama sekali tanda-tanda geologis bahwa daerah itu dulunya adalah laut, yang salah satu tandanya adalah dijumpainya batuan gamping. Jika itu air tanah purba, dipertanyakan juga bagaimana itu bisa terjadi mengingat dari dulu hingga sekarang daerah Makkah adalah gurun yang tidak pernah dijumpai hujan. Jadi, air dari mana? Tidak terjawab juga.

Belum lagi kita berbicara soal jumlah atau volumenya. Dalam buku, Makkah al-Mukarramah Fadhâ’iluhâ wa Târîkhuhâ, (Makkah al-Mukarramah, Kelebihan dan Sejarahnya) yang ditulis oleh Abdul Basit bin Abdul Rahman disebutkan, bahwa sumur zam-zam sudah berumur hampir 5000 tahun, persisnya 4946 tahun, sejak Nabi Ibrahim hingga sekarang. Coba Anda hitung, berapa banyak air zam-zam sudah diambil sepanjang waktu itu? Andai rata-rata jumlah jamaah haji setiap tahunnya sekitar 2 juta orang dan masing-masing membawa pulang 5 liter (faktanya bahkan ada yang membawa 20 liter lebih) maka ada 10 juta liter yang diambil. Kemudian jika, katakanlah, jamaah haji rata-rata tinggal selama 25 hari di Tanah Suci dan setiap hari meminum 0,5 liter, maka totalnya sudah 35 juta liter diambil oleh jamaah tiap musim haji! Belum lagi air yang dikonsumsi oleh jamaah umrah yang hampir tidak pernah sepi sepanjang tahun. Namun, meski diambil terus-menerus dalam jumlah yang sangat besar, sejauh ini tidak sedikitpun terlihat ada tanda-tanda air zam-zam menyusut. Mengapa?

Dari penelitian didapat fakta yang sangat mengejutkan. Ternyata air yang keluar dari dasar sumur zam-zam yang luasnya sekitar 5×4 meter itu sama besarnya dengan air yang dipompa keluar. Inilah yang membuat permukaan sumur relatif stabil. Ini juga yang membuat air zam-zam, misalnya, lama tidak diambil, tidak pernah terdengar air itu membludak. Eloknya lagi, air itu memang benar-benar tidak pernah bisa terkontaminasi oleh air lain, termasuk air hujan. Menurut penduduk Makkah, pernah suatu ketika pelataran Kabah terendam air akibat hujan deras. Logikanya, ketika dulu sumur air zam-zam belum ditutup seperti sekarang ini, air hujan itu akan masuk ke dalam sumur dan mengotori air zam-zam. Namun, itu tidak terjadi. Mengapa? Ternyata tekanan air zam-zam itu sangat besar sehingga mampu mendorong genangan air hujan. Pernah dilakukan percobaan dengan pemompaan sebesar 8.000 liter/detik (bandingkan dengan debit sumber mataair terbesar di Indonesia yang ditemukan di daerah Klaten, Jawa Tengah, yang kira-kira hanya 200 liter/detik) terus-menerus selama 24 jam, air zam-zam, yang kedalaman sumurnya sekitar 30 meter dengan kedalaman air hanya 3.32 meter itu, surut hingga kedalaman 12,72 meter. Namun, hanya dalam waktu 11 menit, air zam-zam kembali lagi ke ketinggian 3,9 meter. Itu artinya, debit air zam-zam memang sangat besar, tetapi ia keluar hampir setara dengan air yang diambil. Hal inilah yang membuat air zam-zam tidak pernah kering, tetapi juga tidak lantas membludak.

Yang paling elok tentu saja adalah kualitasnya. Air zam-zam memiliki rasa yang khas dan mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Meski sudah ribuan tahun, tidak pernah dilaporkan adanya penurunan kualitas; tidak pernah juga diberitakan ada yang sakit setelah meminumnya, padahal air zam-zam langsung diminum begitu saja, tidak pernah dimasak lebih dulu.

Dari penelitian, diperoleh fakta bahwa air zam-zam mengandung fluorida yang memiliki daya efektif membunuh kuman, yang membuat air zam-zam seolah seperti sudah mengandung obat. Perbedaan air zam-zam dibandingkan dengan air sumur lain di Kota Makkah dan kota lain adalah dalam hal kuantitas kalsium dan garam magnesiumnya. Kandungan kedua mineral itu sedikit lebih banyak pada air zamzam. Itu yang menyebabkan air zam-zam menyegarkan bagi jamaah yang kelelahan. Keistimewaan lain, komposisi dan rasa kandungan garamnya selalu stabil dan selalu sama sejak dulu hingga sekarang. “Rasanya” yang selalu terjaga itu diakui oleh semua jemaah haji dan umrah yang selalu datang tiap tahun. Tidak pernah ada komplain atau pengaduan. Satu kehebatan lagi, sumur air zam-zam tidak pernah ditumbuhi lumut, padahal di seluruh dunia sumur di manapun selalu ditumbuhi lumut dan tumbuhan mikroorganisme.

Keajaiban air zam-zam tidak berhenti sampai di situ. Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata ia memiliki bentuk kristal yang berbeda dengan air biasa. Yang paling ajaib, ternyata kristal air zam-zam bisa memberikan respon pada ucapan kita. Jika kita mengucap sesuatu yang bagus, dia akan membentuk kristal yang indah. Hal sebaliknya terjadi jika kita mengucapkan sesuatu yang buruk.

Di Universitas Malaya, pernah dilakukan percobaan. Ketika dibacakan kalimat tasbih dan tahlil, bentuk molekul air zam-zam berubah menjadi laksana intan dan berlian, berkilap-kilap indah sekali. Namun, begitu padanya diucapkan kata-kata yang buruk, seketika molekul air itu berubah bagaikan sel darah merah. Sangat buruk.

Itulah air zam-zam yang merupakan berkah dari Allah Swt. Keistimewaan dan keberkatan itu disebutkan pada hadis Nabi saw., sebagaimana dituturkan Ibnu Abbas ra.: “Sebaik-baik air di muka bumi ialah air zam-zam. Air zam-zam merupakan makanan yang mengenyangkan dan penawar bagi penyakit.”

Diriwayatkan juga dalam Shahîh Muslim, Nabi saw. pernah bertanya kepada Abu Dzarr, yang telah tinggal selama 30 hari siang-malam di sekitar Ka’bah tanpa makan-minum, selain air zam-zam, “Siapa yang telah memberimu makan?”

“Saya tidak punya apa-apa kecuali air zam-zam ini. Namun, saya bisa gemuk dengan adanya gumpalan lemak di perutku,” Abu Dzarr menjelaskan.

“Saya juga tidak merasa lelah atau lemah karena lapar dan tak menjadi kurus,” tambah Abu Dzarr.

Lalu Nabi saw. menjelaskan: “Sesungguhnya zam-zam ini air yang sangat diberkahi; ia adalah makanan yang mengandung gizi.”

Nabi saw. Menambahkan, “Air zam-zam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu maka Allah menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan maksud supaya merasa kenyang maka Allah mengenyangkanmu. Jika engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu. Ia adalah air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail.” (HR Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas).

Subhânallâh…!
Selengkapnya...

Sabtu, 01 Januari 2011

AIR PUTIH BERDAYA SEMBUH

Air putih memiliki daya penyembuh. Entah dengan cara diminum ataupun untuk berendam. Dengan suhu dingin atau hangat. Bahkan ada yang mengkombinasikan terapi air dengan alunan musik yang diperdengarkan lewat kolam. Kebiasaan mandi dengan air dingin di pagi hari itu menyehatkan.

Orang bisa bertahan hidup sampai 30 hari tanpa makan, tetapi bisa meninggal gara-gara tidak minum selama tiga hari saja! Air begitu penting dan tubuh amat bergantung padanya selama proses biologis berlangsung.

Dalam tubuh kita air sangat diperlukan supaya tekanan darah terpelihara dan pemompaan jantung berjalan baik. Air juga akan mengangkut produk-produk sisa dari tubuh. Dalam prosesnya, ia juga melumasi persendian. Untuk itu, setiap harinya Anda memerlukan paling tidak 3 l air.

Pada dasarnya, tubuh kita mengandung 45 – 55 l air. Kandungan ini mencapai 40 – 50% dari seluruh bagian tubuh. Otak saja terdiri dari air sebanyak 75%. Sayangnya, walaupun tubuh manusia lebih banyak terdiri atas air, tapi kita justru setiap harinya kehilangan banyak air. Anda kehilangan sekitar 3,5 l air sehari meskipun hanya duduk-duduk saja. Air akan makin tercurah keluar dari tubuh bila Anda melakukan aktivitas yang cukup menguras tenaga.

Celakanya, kebanyakan orang hanya akan minum kalau merasa haus. Padahal, rasa haus itu sendiri bukan indikasi yang baik mengenai kebutuhan tubuh akan air. Dr. James M. Rippe, kardiolog dan direktur latihan di Sekolah Medis Massachusetts, menyarankan untuk secara sadar minum paling sedikit 1 l lebih banyak dari apa yang dibutuhkan rasa haus Anda.

Rippe menekankan, orang yang tinggal di daerah beriklim tropis seperti kita, harus lebih memperhatikan kehilangan dan penggantian cairan ini. Bahkan dalam keadaan fit pun, Anda tidak akan dapat melakukan yang terbaik jika kebutuhan tubuh Anda akan air tidak terpenuhi.

Kehilangan 4% cairan saja akan mengakibatkan penurunan kinerja Anda sebanyak 22%. Jika kehilangan cairan lebih dari 7%, Anda mulai merasa lemah, lesu, dan pusing-pusing. Karena itu, dianjurkan untuk minum dengan cukup meski belum merasa haus.

Pengaruh suhu
Suhu dan kondisi lingkungan juga ikut menentukan kebutuhan akan air. Bekerja di ruangan ber-AC misalnya, membuat Anda lebih cepat mengalami dehidrasi (kekurangan air). Maka, minumlah sering-sering, terlebih bila merasakan temperatur ruang kerja naik turun. Apalagi buat mereka yang kulitnya tergolong kering. Perubahan suhu ruangan akan membuat kulit mengering karena kelembapan ruangan sering tidak menentu. Minum air akan membantu menetralisasikan pengaruh perubahan itu.

Tidak ada dampak buruk karena minum terlalu banyak. Justru kotoran-kotoran tubuh akan cepat keluar lewat urine yang keluar akibat minum air banyak-banyak. Selain itu air tidak mengandung kalori, gula, atau lemak sehingga menyehatkan. Minum banyak air bahkan dapat menyembuhkan penyakit ginjal kronis.

Bagi Anda yang menjalani program diet, air alami lebih baik diminum daripada minuman-minuman rendah kalori yang dipasarkan. Satu dua gelas air hangat sebelum makan akan membuat Anda agak kenyang sehingga menolong mengurangi jumlah makanan yang masuk.

Sementara bagi yang ingin selalu sehat dan terhindar dari penyakit, paling baik minum delapan gelas air (sekitar 2 l) sehari. Yang baik adalah air hangat, tidak terlalu dingin, tidak terlalu panas. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, minumlah dua gelas besar 1 – 2 jam sebelum sarapan, dua gelas besar 1 – 2 jam sebelum makan siang, dua gelas besar 1 – 2 jam sebelum makan malam, dan dua gelas besar 1 – 2 jam sebelum tidur malam. Lakukan secara disiplin, maka hasilnya akan terlihat dalam 2 – 3 bulan kemudian.

Jim Jones, pakar makanan terkemuka di Amerika Serikat, juga mengatakan, banyak orang yang ingin sehat tetapi melupakan minum minuman paling sederhana, air putih. Mereka malah minum minuman populer seperti kopi, teh, atau cola. Mereka beranggapan semua itu bisa menggantikan air putih.

Pemikiran itu jelas keliru. Air putih menyediakan manfaat kesehatan yang tidak dapat diberikan oleh minuman-minuman macam itu. Bahkan sari buah-buahan yang penuh vitamin sekali pun tak bisa menandinginya. Meski dari segi nutrisi penting, tapi sari buah-buahan tidak membersihkan tubuh Anda.

Sehat buat mandi
Di samping menyehatkan untuk diminum, air putih juga berkhasiat untuk pengobatan dari luar tubuh dengan cara berendam atau mandi. Sejak tahun 1857, ilmuwan Charles Darwin pernah bertanya-tanya, mengapa mandi dengan air dingin agaknya menyembuhkan dirinya dari rasa sakit, nyeri, dan mual yang dia derita. Ia penasaran sekali, namun tidak bisa menjawabnya.

Kini sebuah lembaga riset trombosis di
London menyatakan telah dapat memberikan jawaban. Menurut para periset, jika orang selalu mandi dengan air dingin, sekali lagi air dingin, peredaran darahnya akan membaik, sehingga tubuh terasa lebih bugar.

Para peneliti juga menemukan, mandi dengan air dingin akan meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh dan meningkatkan kemampuan seseorang terhadap serangan virus. Bahkan mandi dengan air dingin di waktu pagi dapat meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita. Dengan demikian kesuburan dan kegairahan asmara mereka meningkat.

Menurut para periset itu juga, berkat mandi pagi dengan air dingin, jaringan kulit membaik, kuku lebih sehat dan kuat tidak mudah retak, serta rambut pun tumbuh lebat.

Direktur lembaga riset itu, Prof. Fakkar, mengungkapkan, pengobatan melalui mandi dengan air dingin membantu menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk derita asma. Tetapi yang perlu diingat, kadar dinginnya air haruslah yang masih bisa ditahan tubuh manusia, yakni sekitar 15oC.

Fakkar juga masih melakukan penelitian terhadap 5.000 orang lagi sebagai responden. Ia mulai penelitian itu karena melihat pasien penderita keletihan tanpa sebab. Setelah mandi dengan air dingin, mereka sembuh. Sebelumnya, para pasien itu tiap harinya hanya mampu berbaring letih di ranjang selama 17 – 19 jam, tak kuasa lagi memusatkan pikiran, dan lemah serta letih. Namun setelah mandi teratur dengan air dingin keadaan mereka membaik.

Bahkan air juga diyakini dapat menyembuhkan penyakit jantung, rematik, kerusakan kulit, penyakit saluran napas, usus, penyakit kewanitaan, serta gangguan jiwa. Penyakit ringan macam batuk, pilek, suara serak kurang tidur juga bisa disembuhkan.

Di negara maju terapi dengan menggunakan air sudah dilakukan. Vincenz Priesnitz dan Pastor Sebastian Kneipp, keduanya asal Jerman, memanfaatkan air hangat dan air dingin. Semula pasien dimasukkan ke dalam bak air hangat agar berkeringat. Kemudian dipindah ke bak air dingin dan diminta berjalan-jalan sebentar agar berkeringat. Terakhir, mandi lagi dengan air dingin. Pertukaran suhu dari panas ke dingin inilah yang menjadi kunci rahasia pengobatan ahli Jerman itu.

Secara rinci, pengobatan itu berawal dari saat kulit terkena rangsangan dingin, pembuluh darah akan mengerut. Dengan menyempitnya pembuluh darah, otak besar memerintahkan agar mengirim darah panas secepatnya. Darah panas yang mengalir secara refleks semakin lama semakin tinggi peredarannya, sehingga pertahanan tubuh mendapat alarm agar bersedia mempertahankan diri. Akibatnya, kuman-kuman penyakit yang berada di dalam tubuh akan dibasmi dengan cepat.

Kombinasi air dan musik
Sementara itu Klinik Bad Sulza, Thuringen, Jerman, mengkombinasikan terapi air dengan musik. Program yang ditawarkan klinik itu namanya liquid sound. Untuk itu disediakan dua kolam renang masing-masing berukuran 24 m2.

Dengan kedua tangan disilangkan di belakang, tubuh peserta program yang tergabung dalam satu kelompok ini terapung di permukaan air kolam dengan posisi telentang. Tubuh mereka bisa terapung seperti di Laut Mati karena air kolam itu mengandung garam 3%.

Dalam posisi seperti itu, telinga mereka yang terendam di dalam air bisa mendengar dengan jelas alunan musik yang diputar. “Suara musik masuk lewat tulang tengkorak!” ujar Micky Reeman (46), pengelola liquid sound itu. “Seperti di rahim ibu!” komentar Rose (42), seorang peserta yang punya masalah dengan punggungnya.

Musiknya beraneka, ada musik Jepang, musik lembut, atau pop oldies. Terkadang juga diperdengarkan permainan cello pemusik Matthias von Hintzenstern. Pokoknya, seperti live concert di dalam air. Setiap kelompok boleh memilih musik yang disukai.

Musik itu mengalun lewat beberapa pengeras suara yang dipasang di dasar kolam dan menyebarkan musik ke seluruh kolam.
Para peserta diam, tak bersuara! Kondisi ini membuat tak merasa sudah dua jam lamanya mereka berada di dalam kolam. Setelah beranjak dari kolam, mereka mengaku tubuh dan kepala rasanya enteng. Kepuasan tampak di wajah mereka.

Kombinasi air, kehangatan, musik, dan cahaya bisa memberi ketenangan sudah diketahui orang sejak zaman Gerakan Abad Baru di Kalifornia, AS. Di Jerman, Mickey Reeman mengembangkan ide healing water dan mematenkannya dengan nama liquid sound. Pada Expo 2000 ia muncul dengan proyeknya itu. Prototipenya berupa sebuah bak rendam besar di lantai bawah tanah, yang dilengkapi dengan kubah berlampu dan pengeras suara di dasar kolam.

Banyak orang kini melakukan terapi air. Kalau Anda mau, juga bisa. Tak perlu pergi jauh-jauh. Anda bisa melakukannya sendiri. Caranya, mandi atau siramlah tubuh dengan air hangat. Kemudian berendam dalam air dingin yang bersuhu 18oC. Dengan cara demikian tubuh akan terlatih menghadapi berbagai serangan penyakit.

Bila Anda mengalami ketegangan otot, lakukan terapi mandi dengan air hangat bersuhu 37oC. Selain itu merendam kaki dalam air hangat yang bertemperatur 37 – 39oC bisa untuk mengobati gejala kurang tidur dan infeksi. Sedangkan mandi dengan pergantian rangsangan panas dingin akan menstabilkan kerja jantung dan aliran darah.

Terapi enam gelas air
Hanya dengan minum air putih, penyakit di bawah ini bisa disembuhkan. Anda tak akan percaya sebelum melakukannya. Di bawah ini daftar penyakit yang dapat disembuhkan oleh terapi ini:

Sakit Kepala, Asma, Hosthortobics, Darah Tinggi, Bronchitis, Kencing Manis, Kurang Darah, TBC Paru-paru, Penyakit Mata, Rematik, Radang Otak, Pendarahan di Mata, Lumpuh, Batu Ginjal, Mata Merah, Kegemukan, Penyakit Saluran Kencing, Haid tidak teratur, radang/Sakit persendian, Kelebihan Asam Urat, Leukimia, Radang Selaput Lendir, Mencret, Kanker Peranakan, Gangguan Jantung, Disentri, Kanker Payudara, Mabuk, Pusing, Gamang, Ambeien, Radang Tenggorokan, Batuk, Sembelit dll.

Bagaimana Air Minum itu bekerja?
Meminum air putih dengan metode yang benar akan memurnikan tubuh manusia. Hal itu membuat usus besar bekerja lebih efektif dengan cara membentuk darah baru, dalam istilah medis dikenal sebagai aematopaises. Bahwa mucousal fold pada usus besar dan usus kecil diaktifkan oleh metode ini, merupakan fakta yang tak terbantahkan, seperti teori yang menyatakan bahwa darah segar baru diproduksi oleh mucousal fold ini.

Bila usus bersih, maka gizi makanan yang dimakan beberapa kali dalam sehari akan diserap dan dengan kerja mucousal fold, gizi makanan itu diubah menjadi darah baru. Darah merupakan hal penting dalam menyembuhkan penyakit dan memelihara kesehatan, dan karena itu air hendaknya dikonsumsi dengan teratur.

Bagaimana melakukan terapi ini ?
1. Pagi hari ketika anda baru bangun tidur (bahkan tanpa gosok gigi terlebih dahulu) minumlah 1,5 liter air, yaitu 5 sampai 6 gelas. Lebih baik airnya ditakar dahulu sebanyak 1,5 liter. Setelah itu Anda boleh melanjutkan kegiatan pagi hari lainnya.

2. Hal sangat penting untuk diketahui bahwa jangan minum atau makan apapun satu jam sebelum dan sesudah minum 1,5 liter air ini.

3. Juga telah diteliti dengan seksama bahwa tidak boleh minum minuman beralkohol pada malam sebelumnya.

4. Bila memungkinkan, gunakanlah air hangat, air rebus atau air jernih yang sudah disaring.

Apakah Mungkin Minum 1,5 Liter Air sekaligus?
Untuk permulaan, mungkin akan terasa sulit meminum 1,5 liter air sekaligus, tapi lambat laun akan terbiasa juga. Mula-mula, ketika latihan anda minum 4 gelas dulu dan sisanya yang 2 gelas diminum dua menit kemudian. Awalnya anda akan buang air kecil 2 sampai 3 kali dalam satu jam, tetapi setelah beberapa lama, akan normal kembali. Menurut penelitian dan pengalaman, penyakit-penyakit berikut diketahui dapat disembuhkan dengan terapi ini dalam waktu:

Sembelit – 1 Hari, TBC Paru-Paru – 3 Bulan, Kencing Manis – 7 Hari, Asam Urat – 2 Hari, Tekanan Darah Tinggi – 4 Minggu, Kanker – 4 Minggu.

Disarankan agar penderita radang/persendian dan rematik melaksanakan terapi ini tiga kali sehari, yaitu pagi, siang, dan malam satu jam sebelum makan – selama satu minggu, setelah itu dua kali sehari sampai penyakitnya sembuh.

Disarankan agar metoda diatas dibaca dan dipraktekkan dengan seksama. Sebar luaskanlah pesan ini kepada teman-teman, sanak saudara, dan tetangga – karena ini merupakan persembahan pada kemanusiaan. Dengan rahmat Tuhan, setiap orang hendaknya menjalani hidup sehat. “Bilamana Anda berpartisipasi dalam penyebaran informasi ini, Anda bagaikan seorang dokter yang telah
menyembuhkan ribuan bahkan jutaan umat manusia”.

* Prof. S Periasamy DIM & D ACC – Bohiraj Vedante Maharish Charity, Kantha
Health And Research, Centre Karur 639006, TN
India
Selengkapnya...